https://www.pexels.com/photo/adult-business-commerce-cook-375889/

Ketika kita mendengar kata wirausaha, yang muncul dibenak kita adalah perusahaan besar dengan keuntungan yang selangit. Padahal tidak semua wirausaha itu besar dan memiliki keuntungan besar. Bahkan membuka toko kelontong kecil saja sudah bisa dianggap berwirausaha. Masih banyak persepsi yang salah dia mata masyarakat tentang berwirausaha.

Bidang wirausaha itu luas dan tidak sesempit yang ada di pikiran masyarakat. Terkadang karena pengetahuan dan pemikiran yang terbatas, kita cenderung menuduh dan berkomentar yang sebenarnya bisa saja menyakiti para wirausahawan yang baru memulai.

1. Berwirausaha harus langsung besar.

Ilustrasi: Pexels

Banyak orang berpikiran bahwa saat kita memulai usah harus langsung dalam skala besar. Berdagang dan menyediakan jasa dalam skala nasional, atau paling tidak regional. Padahal tidak seperti itu. Memulai usaha justru lebih baik dari yang kecil. Mulai dari yang kecil kita akan belajar banyak untuk menjalankan sebuah usaha. Karena menjalankan usaha tidak semudah yang kita bayangkan. Berwirausaha tidak sekedar mempunyai produk untuk dijual, dibeli oleh konsumen, lalu mendapatkan untung. Banyak yang harus dipersiapkan untuk menjalankan bisnis, mulai dari manajemen hingga operasional. Oleh karena itu lebih baik memulai dari yang kecil terlebih dahulu.

Dengan memulai kecil resiko yang dihadapi pun lebih kecil. Kita akan belajar banyak di awal kita memulai usaha, dan sudah lebih matang menjalankan bisnis saat memasuki skala yang lebih besar.

2. Hanya melihat keuntungan saja.

Ilustrasi: Pexels

Hasil penjualan produk bukanlah keuntungan bersih. Dari hasil itu harus dikurangi lagi dengan biaya operasional, biaya produksi, dan masih banyak lagi. Selisih antara biaya operasional dan penjualan itulah yang menjadi keuntungan bersih. Banyak orang yang menganggap bahwa bisnis sudah meraup keuntungan besar saat memiliki penjualan yang besar.

Sebenarnya bisa saja dia membutuhkan sumber daya yang lebih besar dan mengalami kerugian untuk mendapatkan pangsa pasar yang lebih besar serta penjualan yang tinggi. Contohnya adalah perusahaan – perusahaan startup yang banyak bermunculan belakangan ini. Kebanyakan dari mereka sudah mendapatkan hasil penjualan produk mereka, tapi belum mendapatkan keuntungan. Mereka lebih fokus mengakuisisi pasar dan membesarkan nama mereka terebih dahulu.
Atau bisa saja sebuah perusahaan berhasil melakukan penjualan besar tapi tetap merugi karena sumber daya yang mereka perlukan untuk menjual produk mereka lebih besar dari hasil penjualan.

Baca Juga:

7 dampak perkembangan teknologi pada dunia bisnis

9 hal yang harus dipersiapkan saat memulai wirausaha

5 kenyataan pahit dalam hidup yang sering kita temui

3. Skala dari sebuah wirausaha.

Ilustrasi: Pexels

Tidak semua wirausaha itu berbentuk perusahaan dan menjadi korporat. Membuka toko kelontong ataupun berjualan makanan saja sudah bisa dibilang berwirausaha. Tidak semua wirausaha berskala besar. Tingakat kesuksesan tiap usaha pun berbeda – beda. Selama tujuan dari sebuah wirausaha tercapai maka bisa dibilang sudah sukses. Tidak perlu sampai meraup untung milyaran rupiah. Karena keuntungan itu pada dasarnya adalah hasil penjualan harus lebih besar daripada modal awal yang kita keluarkan.

Berbeda kasus dengan wirausaha yang siap merugi diawal untuk mendapatkan pangsa pasar yang lebih besar. Karena tujuan mereka bukanlah mendapatkan keuntungan besar secara langsung. Tetapi, menyiapkan penjualan yang lebih besar untuk pasar yang mereka peroleh diawal.

4. Membutuhkan modal besar

Ilustrasi: Pexels

Seperti yang sudah dibahas di atas. Wirausaha tidaklah harus dalam skala besar. Kita bisa memulai dengan kecil – kecilan terlebih dahulu. Asalkan ada niat dan sedikit modal awal kita sudah bisa memulai usaha. Justru banyak wirausaha yang berkembang menjadi bisnis besar berawal dari usaha kecil. Yang penting mulai saja terlebih dahulu dan tidak mudah menyerah.

Tidak usah muluk – muluk untuk langsung mendirikan perusahaan ataupun memiliki kantor yang besar dengan banyak pegawai lulusan universitas ternama. Awali dengan teman atau orang terdekat, dan tidak usah memikirkan tempat berkerja. Selama ada niat, berkerja bisa dimanapun dan bisa dilakukan kapanpun. Dengan tekad yang bulat dan gigih, suatu saat kerja keras itu akan membuahkan hasil.

5. Wirausaha harus berbentuk perusahaan

Ilustrasi: Pexels

Berwirausaha itu adalah mendirikan usaha sendiri dan mandiri. Sebenarnya dengan menjadi freelancer dan menawarkan jasa keahlian kita, sudah masuk kategori berwirausaha. Atau menjadi content creator yang menyebarkan hasil kreasi melalui kanal youtube, media sosial, ataupun website juga termasuk berwirausaha. Industri kreatif masih dipandan sebelah mata oleh kebanyakan orang saat ini. Salah satu penyebabnya adalah industrinya yang tergolong masih baru. Banyak orang yang belum mengerti bagaimana cara kerja seseorang yang bergelut di industri kreatif. Belum lagi yang mungkin penghasilannya tidak tetap dan cenderung tidak jelas.

Selama ini industri kreatif yang banyak dikenal orang hanyalah di media cetak, radio, ataupun televisi. Tapi dengan berkembangnya teknologi, sekarang semakin memungkinkan orang untuk semakin mandiri dan merubah minatnya menjadi mata pencaharian. Belakangan ini sudah banyak orang yang bisa menyalurkan kreativitasnya melalui teknologi internet dan meraup keuntungan yang cukup besar. Industri kreatif adalah industri yang cukup besar dan berpotensi untuk semakin berkembang kedepannya.

Setiap orang pasti punya persepsi yang berbeda tentang wirausaha. Tapi ada baiknya kita mempelajari lebih dalam apa itu bisnis sebelum berkomentar ataupun berpikiran buruk tentang sebuah usaha.
Berwirausaha adalah hal yang sulit dan belum tentu bisa dilakukan semua orang. Termasuk kita sendiri. Kita harus menghargai mereka yang berwirausaha bagaimanapun bentuk dan skalanya.

Comments