Perubahan jaman tidak dapat dihindari. Teknologi berkembang sangat pesat dan memacu banyak perusahaan startup berbasis digital bermunculan. Tidak hanya perusahaan baru saja yang mengadopsi perkembangan teknologi ini untuk bisnisnya, tetapi perusahaan lama dan perusahaan dengan model bisnis konvensional pun mulai mengadopsi teknologi digital untuk perusahaannya.
Banyak dampak perkembangan teknologi pada dunia bisnis beberapa tahun belakangan ini setelah memasuki era digital. Walaupun indonesia baru merasakan perubahan ini mulai beberapa tahun lalu, sebenarnya revolusi industri ini sendiri sudah mendobrak amerika serikat semenjak tahun 1990-an.
Berikut adalah beberapa dampak perkembangan teknologi pada industri bisnis. 

1. Munculnya profesi baru.

Ilustrasi: The Circle

Istilah digital marketing, data scientist, content creator, influencer mungkin bukan istilah yang asing lagi untuk kita. Tapi sebelum merebaknya teknologi di indonesia, bidang pekerjaan itu sangat jarang ditemui. Sekarang di era yang serba digital ini bidang pekerjaan ini sudah sangat lumrah ditemui di setiap perusahaan. Bahkan, perusahaan – perusahaan konvensional pun mulai mengadopsi teknologi digital dan mencari tenaga kerja untuk bidang pekerjaan ini.

2. Perusahaan berbasis digital.

Ilustrasi: The Circle

Hampir semua produk yang dulunya dijual dan ditawarkan secara konvensional sekarang beralih ke media digital. Mulai dari  toko online,  transportasi berbasis online, jasa keuangan online, dan masih banyak lagi. Kesempatan ini diambil oleh pengusaha baru maupun veteran untuk mendirikan perusahaan baru yang model bisnisnya berbasis digital.

3. Tenaga kerja kecerdasan buatan

Ilustrasi: The Circle

Di awal revolusi industri, tenaga kerja manusia mulai digantikan oleh mesin/robotik. Sekarang transisi menuju tenaga kerja berbasis kecerdasan buatan atau AI (artificial intelligence)sudah mulai terlihat. Salah satu contohnya adalah penggunaan bot. Bot adalah sistem yang meniru perilaku manusia sesuai dengan pemrograman. Belakangan ini bot sudah banyak diterapkan pada divisi customer care. Jadi, ketika kita membutuhkan bantuan dan melontarkan pertanyaan, para bot inilah yang menjawab dan membantu kita.
Untuk sekarang penerapannya memang baru sebatas bagian operasional. Tapi, tidak menutup kemungkinan bahwa kedepannya akan menggantikan pihak pengambil keputusan.

4. Munculnya peluang usaha baru

Ilustrasi: The Circle

Dengan banyaknya situs e-commerce bermunculan, social media yang semakin meluas, semakin mudah untuk mengakses internet, kita akan semakin mudah untuk berusaha secara mandiri. Dengan modal yang cukup kecil kita sudah bisa membuka usaha sendiri. Cbukan berarti kita juga harus seperti mereka. Cukup dengan perangkat untuk mengakses internet kita sudah bisa berkreasi dan berwirausaha. Misalkan seseorang mempunyai keahlian di bidang musik. Yang sebelumnya harus berkeliling dari satu tempat ke tempat lain untuk menunjukka bakatnya, sekarang cukup dengan mengunggah karyanya ke youtube atau media digital lainnya untuk diperlihatkan ke masyarakat. Untuk yang berdagang bisa berjualan melalui situs e-commerce tanpa harus memiliki modal untuk membuka toko.
Berbagai macam peluang untuk berusaha semakin terbuka melalui perkembangan teknologi ini.

5. Pasar yang lebih luas.

Ilustrasi: The Circle

Melalui internet, setiap orang dengan mudah terhubung dengan orang lain. Akses terhadap pengetahuan dan sesuatu yang baru pun semakin mudah didapatkan. Hal ini dimanfaatkan oleh para pebisnis untuk menjangkau para calon konsumen dan pengguna mereka. Yang dulunya hanya sebatas kota atau regional tertentu, sekarang para pengusaha dapat dengan lebih mudah menjangkau dan ekspansi ke pasar baru.

6. Meningkatnya permintaan tenaga kerja IT.

Ilustrasi: The Circle

Dengan semakin banyaknya perusahaan berbasis digital ataupun perusahaan yang mengadopsi teknologi digital, permintaan akan pekerja IT pun semakin meningkat. Pekerjaan bidang IT ini pun semakin beragam. Tidak hanya sekedar programmer, tapi juga semakin berkembang dan mulai ada segmen dan fokusnya masing –masing. Seperti data scientist, full-stack developer, system analyst, technical product manager, dan masih banyak lagi.

7. Standard baru untuk calon pekerja.

Ilustrasi: The Circle

Sekarang hampir semua perusahaan mengharapkan para pekerja dan calon pekerja nya untuk mempunyai pemahan dasar akan teknologi sekarang. Mulai dari yang paling dasar seperti pengoperasian komputer hingga penggunaan perangkat lunak untuk pengolahan data.
Para pekerja sekarang dituntut untuk terampil di berbagai bidang yang biasanya terkait dengan teknologi. Walaupun bidang pekerjaan yang diberikan tidak berkisar di bagian teknologi, tetapi segala operasional perusahaan pasti akan menggunakan teknologi.

Walaupun kemajuan di bidang teknologi ini disambut baik oleh banyak pihak, banyak juga yang merasa takut dan terancam oleh perkembangan ini. Tapi tetap saja perubahan adalah sesuatu yang tidak dapat dihindari. Daripada kita merasa takut dan malah mundur, lebih baik kita memanfaatkan perubahan yang ada dan mengambil resiko untuk lebih berkembang.

Comments