https://www.pexels.com/photo/man-shaking-hands-with-woman-1081228/?utm_content=attributionCopyText&utm_medium=referral&utm_source=pexels

Tuntutan masyarakat dan kebutuhan hidup membuat kita mengambil bidang pekerjaan yang tidak sesuai dengan minat kita. Tidak jarang diantara kita memilih profesi yang aman dan stabil agar semua kebutuhan dan tuntutan terpenuhi. Tapi di jaman yang sudah modern ini mencari lowongan pekerjaan yang tepat dan kita sukai sudah semakin mudah.

Semakin banyak situs lowongan kerja yang bermunculan. Selain situs – situs tersebut, beberapa perusahaan juga banyak mencantumkan lowongan pekerjaan di situs perusahaan mereka.

Selain pekerjaan kantoran yang konvensional, ada juga situs lowongan kerja untuk para freelance untuk mereka yang mempunyai keahlian tertentu dan ingin berkerja dari rumah.

Dengan banyaknya lowongan pekerjaan yang beredar di internet tentunya kita akan lebih mudah mencari pekerjaan yang kita sukai dan sesuai minat. Tapi, kita tidak bisa sembarangan mengirim surat lamaran pekerjaan, karena itu juga akan menjadi penilaian untuk tim HRD ataupun pengguna jasa kita.

1. Jangan mengirimkan beberapa surat lamaran kerja di satu tempat.

Ilustrasi: Pexels

Kita akan sangat bersemangat ketika melihat perusahaan yang kita minati membuka lowongan pekerjaan. Apalagi listing pekerjaam yang dibuka ada beberapa. Demi bergabung dengan perusahaan impian tersebut kita akan mengirimkan lamaran kerja ke semua lowongan yang ada di satu perusahaan tersebut. Dengan pemikiran bahwa kemungkinan diterima bekerja akan semakin banyak apabila lebih banyak mengirimkan surat lamaran kerja.

Tapi justru tindakan seperti itu malah memperburuk penilaian tim HRD terhadap kita. Kita akan dinilai tidak tahu apa yang kita mau dan tidak jelas fokus bidang yang kita kuasai. Karena itu sebaiknya kita mempertimbangkan  matang – matang lowongan kerja mana yang paling tepat dengan keahlian kita dan fokus pada satu lowongan tersebut.

Apabila kita tidak yakin dengan apa yang kita kuasai, bisa juga kita cantumkan bahwa kita terbuka untuk posisi lain apabila tim HRD merasa kita lebih cocok di posisi tersebut.

2. CV harus menarik, singkat, dan langsung ke inti.

Ilustrasi: Pexels

Dengan pengalaman kerja dan jam terbang yang tinggi kita pasti ingin menjelaskan bahwa kita sudah menjalani berbagai macam posisi dan tanggung jawab pekerjaan. Kita akan menulis panjang lebar dan mendetail apa saja yang sudah kita jalani. Tapi justru itu tidak akan menarik perhatian tim HRD, malahan cv kita tidak akan dibaca karena terlalu panjang.
Cukup cantumkan secara singkat apa posisi kita sebelumnya dan apa keahlian kita. Cantumkan semuanya secara lengkap tapi singkat dan dapat dimengerti dengan baca sekilas.

Susun CV dan surat lamaran kerja semenarik mungkin tapi tidak berlebihan. Kita bukan satu – satunya pelamar pekerjaan di perusahaan tersebut. Puluhan bahkan ratusan orang juga mengirimkan lamaran pekerjaannya. Dan, tim HRD tidak mungkin membaca semua satu persatu. Mereka akan memilih CV dan surat lamaran kerja yang paling menarik dan mudah untuk dibaca.

Baca Juga:

5 situs lowongan kerja yang bekerjasama dengan perusahaan besar Indonesia

7 dampak perkembangan teknologi pada dunia bisnis

7 Cara merencanakan keuangan untuk masa depan

3. Gunakan bahasa yang sopan dalam surat lamaran kerja.

Ilustrasi: Pexels

Meskipun kita melamar pekerjaan di perusahan startup yang kebanyakan isinya anak muda, tetap saja kita harus menulis dengan bahasa sopan dan profesional.

Penggunaan bahasa sangat penting dalam menulis surat lamaran kerja, bahkan untuk pekerjaan online dari rumah.
Cara kita mendeskripsikan kita akan menjadi bahan penilaian untuk tim HRD. Karena, tidak selalu kita akan bekerja di belakang layar. Suatu saat kita akan dituntut untuk berhadapan dengan orang lain bahkan melakukan presentasi.

Selain itu penggunaan bahasa yang tidak sopan akan terkesan kita tidak mempunyai tata krama. Tidak ada perusahaan yang menginginkan anggota yang berperilaku buruk dan memberi pengaruh negatif.

4. Deskripsikan kelebihan kita dan kenapa kita kandidat yang tepat untuk pekerjaan tersebut.

Ilustrasi: Pexels

Percuma kalau kita menuliskan pengalaman kerja dan keahlian kita secara lengkap kalau kita tidak menuliskan kenapa kita yang harus mereka pilih untuk menjadi calon pegawai.

Jelaskan pada surat lamaran kerja kita kenapa kita adalah kandidat yang paling tepat untuk posisi tersebut dengan cara deskripsikan keahlian kita yang akan berguna untuk perusahaan dan sesuai dengan lowongan pekerjaan kita pilih. Tidak usah terlalu mendetail, tapi cukup untuk menarik perhatian mereka bahwa kemampuan dan keahlian kita akan menjadi aset berharga untuk perusahaan.

5. Tulis pencapaian kerja kita di pengalaman sebelumnya.

Ilustrasi: Pexels

Baik itu penghargaan dari kantor, sertifikat pelatihan, pengalaman organisasi, mencapai target, dan berbagai macam pencapaian kerja kita sebelumnya harus kita cantumkan dalam CV dan surat lamaran kerja kita.

Hal – hal tersebut akan memberi nilai lebih dalam penilaian tim HRD. Walaupun beberapa dari pencapaian itu tidak berkaitan langsung dengan lowongan kerja yang kita pilih, tapi itu akan menjadi referensi tim HRD bahwa kita bisa menjalankan tanggung jawab kita dan melakukannya dengan baik.

Perusahaan menyukai kandidat yang memiliki pencapain yang bagus dibandingkan dengan pengalaman kerja yang tinggi tapi tanpa pencapaian apapun.
Jadi sebaiknya kita cantumkan pencapaian kerja kita sekecil apapun itu.

6. Cantumkan social media dan portfolio pekerjaan sebelumnta.

Ilustrasi: Pixabay

Di era digital seperti ini semakin mudah untuk menganalisa kepribadian kita melali jejak rekam digital. Social media dan aktivitas kita di internet akan ditelusuri oleh tim HRD. Kalau di lowongan pekerjaan tersebut meminta kita untuk mencatumkan akun social media atau portfolio kita, lebih baik kita cantumkan karena itu bisa menjadi penilaian kita sebagai kandidat.

Portfolio juga akan bermanfaat apabila kita di bidang profesi eksak yang bisa dilihat hasil kerjanya. Seperti desain grafis, programmer, dan web developer, dapat mencantumkan tautan hasil karya kita sebelumnya untuk pertimbangan apakah hasil kerjanya sesuai dengan yang mereka  butuhkan atau tidak.

7. Pilih lowongan pekerjaan yang memang sesuai dengan keahlian dan kemampuan.

Ilustrasi: Pexels

Pilihlah lowongan pekerjaan yang memang sesuai dengan kapabilitas kita untuk menghindari masalah besar. Karena masalah yang lebih besar akan muncul apabila kita diterima bekerja dan ternyata kita tidak bisa dan mengecewakan perusahaan.

Bukan berarti kita tidak boleh belajar saat mulai bekerja, tapi akan lebih baik kalau dari awal kita mencantumkan bahwa kita masih dalam tahap pembelajaran dan akan terus mengembangkan.

Hindari menulis apa yang sebenarnya tidak bisa dan bukan minat kita. Dan, usahakan untuk belajar terlebih dahulu apa yang dibutuhkan perusahaan sebelum mengirimkan surat lamaran kerja.

8. Pertimbangkan gaji dan manfaat yang ditawarkan oleh pekerjaan tersebut.

Ilustrasi: Pexels

Masing – masing orang pasti memiliki kebutuhan dan referensi gaji yang berbeda.
Pastikan pekerjaan dan perusahaan yang kita pilih menawarkan gaji dan manfaat  yang sesuai dengan kebutuhan kita.

Bukan hanya masalah jumlah uang yang ditawarkan tapi pertimbangkan juga jenjang karir yang ditawarkan dan minat kita di bidang pekerjaan tersebut. Apabila gaji yang ditawarkan cukup untuk memenuhi tanggung jawab ataupun cukup untu menjalani jenjang karir yang kita minati, silahkan coba untuk mengirimkan surat lamaran kerja.  

Karena tiap perusahaan memiliki referensi yang berbeda untuk gaji dan manfaat yang diberikan kepada pegawai mereka.

Buat mereka yang baru lulus dan sedang mencari pekerjaan, atau yang ingin mencoba profesi baru, segera rapikan CV dan surat lamaran kerja. Mulai mencari lowongan kerja di internet yang sesuai dengan minat.

Karena pekerjaan bukan hanya sekedar mencari uang, tapi juga menjadi bagian dari kehidupan kita sehari – hari.

Comments