5 kenyataan pahit dalam hidup yang sering kita temui

Hidup itu tidak akan pernah berjalan sesuai rencana kita. Semuanya akan bergulir tidak seindah dan semudah yang kita bayangkan. Kita harus menghadapi kenyataan pahit dalam hidup yang akan selalu ada. Masalah demi masalah, kegagalan demi kegagalan akan selalu menghampiri kehidupan kita.

Terkadang kita merasa bisa melakukan sesuatu, atau yakin bahwa kita akan sukses. Cukup menjalankan rencana yang kita buat dan tekun, makan semuanya akan berjalan baik. Namun kenyataan yang ada hidup tidak sesimpel itu. Akan selalu ada permasalahan yang menghambat atau bahkan membuat kita melenceng dari jalan semula kita.

Kenyataan pahit ini akan muncul dari berbagai sumber dan bentuk. Kapan saja kita harus siap untuk menerima. Kenyataan akan mulai terlihat dari kesadaran diri sendiri, sampai dengan permasalahan dari luar.

1. Tidak semua orang menyukai kita.

5 kenyataan pahit dalam hidup yang sering kita temui
Ilustrasi: Pixabay

Mungkin ada waktunya kita dikelilingi oleh orang – orang yang senang saat kita ada disekitar mereka. Kita merasa dibutuhkan dan menjadi pusat perhatian. Tapi seiring berjalannya kehidupan, kita akan berhadapan dengan orang dan lingkungan baru yang berbeda. Apa yang dulunya menjadi karakter dan daya tarik kita, belum tentu akan disukai oleh lingkungan baru ini.

Kita harus menerima kenyataan bahwa kita bukanlah pusat dari segalanya. Kita tidak bisa memaksakan semua orang untuk suka terhadap kita. Malah kita harus beradaptasi dan berubah kalau kita mau diterima di lingkungan yang kita baru masuk.

2. Kita bukanlah orang yang selama ini kita pikirkan.

Ilustrasi: Pixabay

Kita pasti pernah berpikir kalau kita ini unik. Lain daripada yang lain. Kita merasa bahwa kita paling hebat. Kita pasti bisa melebihi pencapaian orang lain dalam berbagai hal. Tapi kenyataannya tidak seperti itu. Kita tidak seistimewa yang kita pikirkan. Kita terkadang hanya merasa seperti itu dan tidak melihat kenyataannya. Kenyataan pahit dalam hidup adalah kita ternyata hanyalah orang yang biasa – biasa saja. Bahkan sama saja dengan orang – orang yang kita anggap tidak sebaik kita.

Bukan berarti tidak boleh memiliki impian dan cita – cita yang tinggi. Tapi kita harus lebih sadar dengan kemampuan kita. Terus belajar dan tetap rendah diri, karena diatas langit masih ada langit.

Baca Juga:

5 Penjelasan kenapa mundur bukan berarti menyerah 

8 Pelajaran yang bisa kita ambil dari kegagalan di masa lalu

5 alasan kenapa kita harus menilai seseorang dari sifat buruk yang dia miliki

3. Pekerjaan impian yang ternyata tidak sesuai bayangan.

Ilustrasi: Pixabay

Bekerja di bank, perusahaan multi nasional, atau mungkin bekerja dari rumah mungkin adalah impian kita sejak kita sekolah. Tapi disaat kita mulai bekerja dan menjalani kehidupan kerja, kita harus menghadapi kenyataan pahit bahwa semuanya tidak sesuai bayangan kita.

Bekerja di bank atau perusahaan besar misalnya, dalam bayangan kita bekerja di tempat seperti itu bisa menghasilkan pendapatan yang tinggi. Kita tidak terpikir saat itu bahwa bekerja di sana itu sama saja dengan bekerja di kantor – kantor lain. Jam kerja yang tinggi, tekanan yang besar, atasan yang menyebalkan, semuanya pasti ada. belum lagi pendapatan tidak setinggi yang kita harapkan. Karena, tetap saja gaji itu dipengaruhi berbagai macam aspek. Mulai dari tingkat pendidikan, pengalaman kerja, sampai dengan jabatan.

Lain lagi bekerja dari rumah. Kita berpikir bahwa bekerja dari rumah akan lebih enak karena kita bisa mengatur jam kerja kita dan lebih santai. Tapi sebenarnya bekerja dari rumah itu lebih berat, karena banyak gangguan sehari – hari saat bekerja. Belum lagi pandangan orang yang menganggap kita tidak bekerja karena hanya dirumah seharian. Dari segi pendapatan juga pasti berbeda. Mungkin kita bekerja secara online dan remote untuk suatu perusahaan, maka kita akan mendapatkan penghasilan tetap. Beda cerita dengan orang yang kerja dari rumah secara freelance. Pendapatan tidak akan stabil dan terus berubah dari waktu ke waktu tergantung dari proyek yang dikerjakan.

4. Rencana yang tidak berjalan dengan semestinya.

Ilustrasi: Pixabay

Setelah sekian tahun bekerja kita mungkin merasa capek dan ingin memulai usaha kita sendiri. Apalagi semenjak memasuki era digital semakin banyak peluang bekerja dan berwirausaha secara online. Kita menyusun strategi dan menyiapkan modal untuk mengundurkan diri dari pekerjaan, dan memulai rencana sempurna kita. Tetapi semuanya tidak akan berjalan dengan semestinya. Bisa saja ada keperluan mendadak sehingga kita harus memakai sebagian tabungan modal kita untuk keperluan tersebut. Atau, pemasaran produk ternyata tidak berjalan sesuai dengan perkiraan kita dan membutuhkan lebih banyak. Dan lebih parah lagi mungkin produk kita tidak ada yang terjual karena kurang menarik di mata masyarakat.

Hal diatas merupakan salah satu contoh bahwa apa yang kita rencanakan, sebaik apapun itu, kemungkinan besar tidak akan berjalan dengan baik. kita harus menyiapkan beberapa rencana atau bahkan kembali ke titik awal.

5. Kondisi keuangan yang memaksa kita hidup tidak sesuai minat dan pemikiran kita.

Ilustrasi: Pixabay

Pastinya kita ingin bekerja dan memiliki profesi yang mempunyai arti dan bermanfaat bagi dunia. Bukan sekedar mencari uang ataupun bertahan hidup. Tapi di dunia yang serba kapital sekarang ini kita membutuhkan uang untuk hidup. Bukan berarti uang adalah segalanya, tapi segalanya butuh uang. Mungkin beberapa diantara kita cukup beruntung karena memiliki keluarga yang cukup berada. Bagi mereka yang cukup beruntung, support dan tunjangan keuangan mereka dapatkan saat menjalankan hidup sesuai dengan impian dan minat mereka. Mereka  bisa hidup secara idealis sesuai dengan pemikiran mereka.

Tapi bagi yang harus bertahan hidup bahkan dari usia dini, semua itu adalah hal yang sangat berat. Berbagai macam tanggungan kehidupan harus dipenuhi dengan pendapatan yang pas –pasan. Kita harus melepas berbagai macam impian dan idealis kita, dan bekerja di bidang apapun yang bisa memenuhi kebutuhan hidup. Kita menjalani semuanya hanya untuk bertahan hidup dan bukan karena kita memang mau menjalani kehidupan itu.

Lambat laun kita harus belajar menerima kenyataan pahit dalam hidup. Kita harus belajar untuk menghadapi kehidupan dan seluruh permasalahannya. Menjadi lebih tangguh adalah cara untuk bertahan dan terus maju dalam kehidupan.

Comments