Kita pasti pernah menghadapi masalah yang sepertinya tidak bsia diselesaikan. Terkadang dalam menghadapi permasalahan seperti itu kita harus mengambil sedikit langkah kebelakang untuk menganalisa solusi seperti apa yang harus kita berikan. Kita tidak bisa selalu memaksakan dan terus maju dengan solusi yang sama apabila kita sudah menemukan jalan buntu. Terkadang mundur itu diperlukan, dan mundur itu bukan berarti menyerah. Mundur dan menyerah adalah dua hal yang berbeda. Menyerah adalah apabila kita mundur dan tidak kembali lagi mencoba untuk menyelesaikan masalah itu. Ketika kita mundur untuk mengatur ulang strategi kita untuk menyelesaikannya, itu bukan menyerah. Tapi, mencoba untuk mencari jalan solusi yang lebih tepat untuk permasalahan tersebut.

1. Mundur satu langkah untuk maju tiga langkah kedepan

Ilustrasi: Creed

Menyelesaikan masalah bukan berarti kita harus maju terus dan memaksakan kehendak kita. Kita juga harus menilai kapabilitas kita. APabila memang kita belum siap dan tidak bisa menyekesaikan masalah tersebut, kita harus bisa mundur untuk mempersiapkan diri kita. Dengan mundur kebelakang sedikit, kita akan bisa melihat dari perspektif yang lebih luas. Mempelajari sesuatu itu membutuhkan waktu. Dengan mundur, kita mendapatkan waktu yang kita perlukan untuk belajar. Setelah kita lebih memahami permasalahan tersebut, kita akan menemukan solusi baru yang lebih efektif. Ilmu dan solusi itu juga pasti akan bermanfaat untuk masalah yang akan datang, tidak hanya untuk masalah yang ada sekarang.

2. Menghindari masalah yang tidak diperlukan

Ilustrasi: Creed

Dari satu permasalahan biasanya akan bercabang menjadi permasalahan lain. Ada baiknya kita menilai kembali permasalahan yang kita hadapi. Karena bisa saja saat kita menghadapi suatu masalah malah akan menimbulkan permasalahan yang lebih besar lagi. Terkadang kita harus mundur untuk menghindari masalah – masalah lain yang tidak diinginkan. Aplagi kalau permasalahan itu adalah hal kecil, dan tidak terlalu berpengaruh pada kehidupan kita. Lebih baik kita mundur dan menghindari permasalahan tersebut.

Baca Juga:

5 Kenyataan pahit dalam hidup yang sering kita temui

5 Rasa takut yang ada saat menjalani kehidupan

8 hal yang mendefinisikan hidup

3. Tiap permasalahan membutuhkan penyelesaian yang berbeda.

Ilustrasi: Creed

Tidak semua permasalahan harus kita hadapi secara langsung untuk menyelesaikannya. Ada beberapa permasalahan justru harus kita hadapi dengan cara menghindar dan menarik diri. Bisa dengan benar – benar mundur atau bisa secara tidak langsung dari belakang layar. Tidak semuanya kita harus turut campur tangan, terlebih lagi untuk permasalahan yang berkaitan dengan banyak orang. Kalau sudah banyak orang yang campur tangan dalam permasalahan tersebut, bisa saja kehadiran kita malah memperkeruh suasana. Kita bisa membantu memberikan solusi dengan mundur dan memberi masukan secara pasif untuk menemukan solusi tersebut.

4. Menilai kembali apakah hal tersebut layak untuk diperjuangkan.

Ilustrasi: Creed

Ketika kita dihapdakan dengan sesuatu hal, kita terkadang hanya melihat dari sudut pandang yang sempit. Mata kita akan terlalu fokus terhadap satu hal dan tidak melihat aspek lain dari permasalahan tersebut. Dengan mundur dan melihat dari sudut pandang yang lebih luas, kita akan bisa menilai apakah hal tersebut pantas untuk diperjuangkan atau tidak. Memang tidak ada waktu yang terbuang dengan sia – sia. Tetapi, akan lebih baik kalau kita menggunakan waktu kita dengan efektif, dan mundur dari hal yang dampaknya terlalu signfikan dalam hidup atau malah memperburuk kualitas hidup kita.

5. Ada hal lebih penting yang menjadi prioritas.

Ilustrasi: Creed

Hidup ini akan dipenuhi dengan berbagai macam kejadian dan permasalahan. Dan, itu semua akan menghampiri kita dengan bersamaan. Kita tidak bisa menghadapi dan menyelesaikan semuanya dengan bersamaan. Kita harus bisa memilah mana yang menjadi prioritas. Menilai mana yang menjadi prioritas itu tidak sekedar hal besar atau kecil. Tapi, apkaah hal tersebut akan berdampak besar atau tidak dalam hidup kita. Sebesar apapun hal itu, kalau memang tidak berdampak baik untuk kita, lebih baik kita mundur dan mengutamakan hal lain yang lebih penting dan bermanfaat untuk kita. Bukan berarti kita menyerah dalam hidup, tetapi kita memilih sesuatu yang jauh lebih baik untuk kita.


Pastinya kita ingin selalu sukses dan tidak mau mundur dalam hal apapun itu. Tetapi terkadang mundur itu memang diperlukan agar kita lebih tahu apa yang harus kita lakukan. Selama kita terus mencoba dan berjuang, itu bukan berarti kita menyerah. Apapun perkataan orang tentang kita saat kita mundur, kita harus belajar untuk mengabaikannya. Karena, kita yang lebih mengerti apa yang terbaik untuk kita Lagipula akan selalu ada orang yang tidak suka dan mengutarakan komentar negatif kepada kita.

Comments