“ih kayak ABG aja” atau “jangan kayak anak kecil deh ngambeknya”, adalah ungkapan – ungkapan yang sering dilontarkan seseorang ke pasangannya. Entah mengapa kita akan bertindak seperti anak kecil ketika sedang marah pada pasangan. Dan, itu adalah hal yang wajar asalkan tidak berlebihan. Kita juga harus belajar untuk dewasa agar dapat menjalani hubungan di tahap yang lebih serius.
Tapi sebenarnya hubungan yang dewasa itu bagaimana sih? Apakah maksudnya lebih intim, atau ketika sudah berumur yang dianggap dewasa?

1. Komunikasi untuk menyelesaikan masalah.

Ilustrasi: (500) Days of Summer

Apapun itu permasalahannya langsung komunikasikan. Karena, komunikasi itu hal yang vital dalam sebuha hubungan. Sehari – hari saja pasti kita berkomunikasi, entah itu sekedar memberi kabar atau mengobrol ringan. Jadi seharusnya kalau memang ada konflik sebaiknya langsung dibicarakan dan diselesaikan. Jangan hanya berdiam diri kesal dan berharap pasangan tau apa yang terjadi dan harus bagaimana.
Segera selesaikan sebelum menjadi lebih buruk, karena masalah akan selalu ada setiap saat dan harus diselesaikan.

2. Dilandaskan dengan saling percaya.

Ilustrasi: (500) Days of Summer

Jangan terlalu curiga ataupun selalu berpikir negatif. Coba tanamkan rasa percaya sedikit ke pasangan. Kalau kita terlalu curiga dan berpikiran negatif akan cenderung menuduh yang sebenarnya tidak terjadi. Siapapun pasti akan merasa terganggu dan kesal kalau misalkan dituduh berkali – kali melakukan apa yang tidak mereka lakukan. Coba untuk lebih berpikir positif dan percaya apa yang dikatakan pasangan. Karena, kalau memang dia mempunyai niat buruk, lebih baik ketahuan dari awal dan segera akhiri.
 

3. Tidak terlalu mengekang.

Ilustrasi: (500) Days of Summer

Saking sayangnya kita dengan pasangan terkadang kita jadi banyak mengatur. Mulai dari gaya pakaian, pertemanan, hingga bagaimana cara menjalani hidup. Wajar sebenarnya karena itu berdasarkan rasa peduli dan khawatir. Kita hanya ingin pasangan kita menjadi lebih baik. Tapi, kita juga tidak boleh terlalu mengekang dan mengatur. Akan lebih baik apabila kita hanya memberi masukan dan nasihat tapi tidak memaksa. Dengan begitu perubahan yang terjadi adalah dari diri mereka sendiri dan bukan paksaan. Dan lebih baik kita menerima pasangan kita apa adanya. Minta mereka tetap menjadi diri mereka sendiri, tapi versi yang lebih baik. Kalau memang dari awal ada sifat atau sikap yang kita tidak suka, ada bagusnya pertimbangkan lagi sebelum menjalin hubungan.

4. Saling pengertian dan menghargai.

Ilustrasi: (500) Days of Summer

Daripada menuntut banyak dari pasangan, lebih baik kita mencoba mengerti lebih banyak tentang mereka. Mulai dari pemikiran mereka, menghadapi masalah, dan hobi. Karena, Kita tidak akan bisa banyak mengubah pasangan kita dari diri mereka yang sebenarnya. Dan, kita juga awalnya tertarik karena kepribadian mereka. Bukan berarti kita juga harus seperti mereka. Selama itu bukan hal yang buruk, coba untuk hargai dan mengerti pasangan kita.

5. Kualitas daripada kuantitas.

Ilustrasi: (500) Days of Summer

Hubungan yang baik itu bukan berarti harus berbicara atau bertemu setiap saat. Masing – masing orang pasti punya kesibukannya masing – masing. Entah itu sekolah ataupun kerja, pasti kita memerlukan waktu untuk fokus pada hal yang kita kerjakan saat itu. Ada baiknya kita juga fokus pada diri masing – masing, dan ada waktunya untuk kita menghabiskan waktu dengan pasangan. Di momen itulah kita bisa meningkatkan kualitas hubungan kita. Selain kita sudah selesai dengan kegiatan yang kita jalani, kita juga mempunyai lebih banyak hal yang bisa diceritakan dan dapat lebih fokus dengan pasangan kita. Tidak perlu berlama – lama atau terlalu sering kalau memang tidak bisa, yang penting tetap dijaga dan selalu tingkatkan kualitasnya.

Sebenrnya masih banyak lagi komponen penting dalam hubungan yang dewasa. Tiap orang juga pasti memiliki pendapatnya sendiri tentang hubungan yang dewasa.
Yang penting kita sudah siap untuk menjalani jenjang hubungan yang lebih serius.

Comments