https://www.pexels.com/photo/adults-affection-caring-cold-375775/

 Yang namanya dunia percintaan tidak selamanya indah, pasti ada masa kelam yang berujung di gagalnya sebuah hubungan. Mulai dari ditolak, diselingkuhi, dibohongi, sampai terjebak dalam friend zone. Kecuali kamu salah satu manusia yang cukup beruntung yang menjalani kehidupan percintaan tanpa banyak rintangan.
Kecewa dan menyesal pastinya sangat menyiksa di masa – masa kehancuran ini. Berbagai macam cara akan dilakukan demi menghilangkan perih di dalam dada dan segera move on.

Tapi dibalik semua penderitaan itu semua kegagalan dan sakit hati itu sebenarnya ada bagusnya juga, apalagi kalau dialami di usia muda. Berikut adalah beberapa keuntungannya kalau sakit hati dalam hubunhan di usia muda.

1. Lebih baik sekarang saat di usia muda daripada nanti.

Ilustrasi: Pexels

Semuanya sudah terlambat kalau patah hati di tahap hubungan yang sudah jauh, aplagi dalam kasus orang ketiga. Misalnya, saat sudah mau menikah atau bahkan saat menjalani pernikahan. Lebih baik di awal saat memulai, terungkap bahwa hubungan tidak dapat dilanjutkan.

Karena, kalau hubungan sudah terlalu jauh, masalah ini tidak akan menjadi milik pasangan tersebut. Tapi, menjadi masalah keluarga yang lebih besar.
Jadi lebih baik kecewa saat menjalani hubungan di usia muda daripada sudah terlambat semuanya.

2. Menjadi pelajaran untuk esok hari

Ilustrasi: Pexels

Setelah mengalami kegagalan dalam dunia percintaan, kita pasti akan belajar lebih banyak hal. Seperti, cara mendekati orang, orang yang cocok dengan kita, bahkan sampai lebih mengerti orang seperti apa yang kita inginkan menjadi pasangan kita.
Karena, disaat menjalani hubungan, kebanyakan hal – hal buruk tentang pasangan akan kita abaikan, dan kita akan mencari pembenaran akan hal itu. Setelah hubungan itu kandas lah baru kita menyadari kebenarannya seperti apa.

Baca Juga:

8 fase yang dilewati dalam sebuah hubungan percintaan

7 alasan kenapa putus dari pacar itu sebenarnya bermanfaat

5 ciri – ciri hubungan yang dewasa

3. Belajar untuk melepas.

Ilustrasi: Pexels

Entah itu putus atau ditolak, pasti kita akan merasakan sedih dan kecewa. Kita akan berusaha mati – matian untuk mempertahankan dan mengejar sang pasangan idaman. Tapi sebenarnya itu akan mengajarkan kita untuk melepas seseorang. Karena, tidak akan ada yang bertahan selamanya dalam hidup ini, termasuk orang – orang yang kita sayang.

Cepat atau lambat kita harus bisa melepas kepergian orang – orang terdekat kita.  Oleh karena itu, kita dapat belajar melepas dan ikhlas secara perlahan melalui kejadian ini di usia muda.

4. Mematangkan kita sebagai manusia.

Ilustrasi: Pexels

Tidak akan lengkap perjalanan hidup ini tanpa kekecawaan dan patah hati dalam hubungan di usia muda. Walaupun terkesan tidak penting dan sepele, patah hati sebenarnya berperan cukup besar dalam perkembangan diri kita.

Kita akan lebih bijaksana dan lebih bisa menilai orang. Selain itu kita juga akan lebih sabar dan tangguh dalam menghadapi situasi yang tidak mengenakkan. Karena, tidak ada kejadian yang lebih menyakitkan daripada patah hati.

5. Menemukan yang lebih baik.

Ilustrasi: Pexels

Ini yang paling penting, karena kita tidak akan bisa mendapatkan sesuatu yang beru sebelum melepaskan yang lama. Seiring bertambahnya usia, waktu kita pun semakin sedikt untuk mencari pasangan.

Dengan kita mengalami kegagalan di usia yang masih muda kita akan lebih awal menyadari apa yang tidak cocok dengan kita, dan bisa melanjutkan pencarian pasangan yang lebih sesuai dengan kita.

Rasa kecewa dan sakit hati hubungan di usia muda adalah hal yang sangat sulit dilupakan. Bahkan ada beberapa yang sampai hari tuanya masih teringat akan hal itu. Tapi rasa kecewa dan sakit hati ini jangan dijadikan alasan untuk kita takut memulai kembali atau bahkan melakukan hal yang negatif. Jadikan semuanya sebagai motivasi tambahan dan pelajaran untuk menghadapi apa yang akan datang nantinya.

Comments