8 fase yang dilewati dalam sebuah hubungan percintaan

Perjalanan cinta seseorang itu tidak semudah dan sesimpel yang kita lihat sekilas mata. Kita seringkali hanya melihat akhir dari perjalanan itu dan bukan perjalanannya. Percaya atau tidak, kita akan mulai tertarik dengan kisah perjalanan seseorang setelah melihat hasil akhirnya. Kalau hasil akhirnya menarik dan sesuai dengan pemikiran kita, barulah kita mulai menggali lebih dalam tentang perjalanan seseorang tersebut.

Dalam percintaan banyak hal yang dilewati dan dijalani untuk sampai ke jenjang pernikahan. Tidak sedikit juga yang berakhir dengan perpisahan. Semuanya terbagi dalam beberapa fase . Banyak hal indah dan menyakitkan dilalui selama menjalani sebuah hubungan percintaan. Panjang dari sebuah fase atau bahkan seluruh kisah cinta untuk setiap pasangan sudah pasti berbeda. Karena, setiap orang berbeda dan mereka mempunyai cara pandang sendiri yang mempengaruhi hubungan percintaan mereka.

1. Perkenalan

8 fase yang dilewati dalam sebuah hubungan percintaan
Ilustrasi: The Ugly Truth

Fase paling awal dari sebuah hubungan. Tanpa perkenalan ini mungkin tidak akan ada yang namanya hubungan percintaan yang rumit. Perkenalan ini biasanya terkesan sedikit ajaib kalau kita melihat kebelakang. Mulai dari yang dikenalkan teman, kenal disekolah atau tempat kerja, sampai dengan yang sedikit ajaib seperti berpapasan dan mengajak kenalan saat kita sedang melewati suatu tempat.

Dari perkenalan ini kita akan mulai mengenal seseorang dan akan mulai muncul rasa tertarik. Aplagi kalau kita menjalani keseharian dekat dengan orang tersebut. Seperti teman sekantor, teman nongkrong, dan teman sekolah. Melalui interaksi obrolan ringan atau bercandaan kita mulai mengenal lebih jauh pribadi orang tersebut dan mulai merasa timbul kecocokan dengan dia.

Dari fase ini kita akan bisa menentukan apakah kita hanya mau sebatas kenalan dan teman, atau mulai mendekati untuk menjalani sebuah hubungan percintaan.

2. Pendekatan

8 fase yang dilewati dalam sebuah hubungan percintaan
Ilustrasi: The Ugly Truth

Setelah kita mengenal cukup jauh seseorang dan merasa cocok. Timbul ketertarikan dan rasa ingin memiliki. Memiliki di sini dalam artian sebagai pacar dan belum berpikir untuk tahap yang lebih jauh. Rasa yang ada ini akan membawa kita ke fase selanjutnya, yaitu fase pendekatan atau yang sering kita dengar dengan sebutan PDKT.

Dalam tahap ini kita akan mencoba lebih intens untuk mendekati seseorang, Kita akan terus mencoba untuk hadir untuk dia dalam setiap kesempatan yang ada. Kita akan berharap kalau kita akan selalu ada dalam pikiran dia. Mulai dari candaan dan perhatian yang terkadang berlebih, kita ingin menunjukkan perasaan kita terhadap dia.

Fase ini adalah tahapan yang paling manis dan indah diantara semua tahapan yang ada. Kita akan berusaha sangat keras untuk menjadi sosok pahlawan untuk dia. Siap untuk menghibur dan menemani di setiap kesempatan. Tidak jarang untuk mencari perhatian itu kita seringkali menyelipkan kata – kata gombal atau kata – kata romantis untuk menggoda dia.

Di fase ini juga kita akan mengutarakan perasaan dan maksud hati kita terhadap dia. Apabila perasaan itu bersambut, maka kita akan memulai hubungan percintaan kita dan memasuki fase selanjutnya

3. “Bulan madu”

8 fase yang dilewati dalam sebuah hubungan percintaan
Ilustrasi: The Ugly Truth

Yang di maksud bulan madu dalam fase ini bukanlah bulan madu secara harafiah. Bukan berarti benar – benar berbulan madu seperti orang yang baru saja menikah. Analogi bahasa bulan madu disini untuk menunjukkan rasa bahagia dan betapa indahnya dunia setelah kita mendapatkan apa yang kita inginkan.

Dalam fase ini kita akan merasakan berbagai macam perasaan yang campur aduk. Mulai dari rasa senang karena hari – hari kita diisi oleh orang yang kita sayang, merasa mendapatkan suatu pencapaian dalam hidup, sampai dengan merasa hidup ini merasa lebih berarti untuk kita jalani.

Apapun terlihat indah, bahkan sifat buruk pasangan baru kita pun tertutupi oleh perasaan kita. Atau dalam beberapa situasi, sifat buruk pasangan akan menjadi sebuah daya tarik untuk kita. Kita akan merasa pasangan kita saat ini adalah yang paling tepat dan merupakan anugerah terindah yang pernah kita dapatkan.

Baca Juga:

5 ciri – ciri hubungan yang dewasa

8 pertimbangan saat memilih pasangan hidup

8 hal yang mendefinisikan hidup

4. Mulai terbiasa

8 fase yang dilewati dalam sebuah hubungan percintaan
Ilustrasi: The Ugly Truth

Memasuki fase ini, apa yang dulunya menyenangkan dan asik buat kita akan perlahan berubah menjadi biasa saja. Fase ini sangat wajar dalam sebuah hubungan, tidak ada yang bertahan selamanya termasuk perasaan kita terhadap seseorang. Bukan berarti perasaan kita sudah menghilang di tahap ini. Hanya saja perasaan yang dulunya meledak – ledak itu perlahan menurun.

Kita akan mulai terbiasa untuk menjalani aktivitas sehari – hari dengan kehadiran dia. Tetap dengan perasaan senang karena ada yang menemani baik secara langsung ataupun melalui komunikasi dengan smartphone. Tetapi, kita tidak akan merasakan momen yang spesial seperti awal – awal kita menjalani hubungan.

5. Kompromi

8 fase yang dilewati dalam sebuah hubungan percintaan
Ilustrasi: The Ugly Truth

Seiring dengan mulai terbiasanya kita dengan kehadiran sang pacar. Kita juga akan menghadapi sifat buruk pasangan yang menjengkelkan. Mulai dari kebiasaan di tempat umum yang kita tidak suka, sampai dengan sehari – hari saat bersama. Ego dari masing – masing juga akan mulai bermunculan dan kita terkadang harus mengalah untuk pasangan kita. Bukan hanya kita yang mengalah, terkadang pasangan kita juga harus mengalah terhadap kemauan kita. Kita secara tidak sadar akan mulai membangun fondasi baru di tahap ini. Karakter asli kita dan pasangan akan mulai terlihat dari kebiasaan sehari – hari.

Karena itulah fase selanjutnya ini disebut dengan kompromi. Kita harus mulai saling berkompromi dan toleransi satu sama lain. Orang yang terkadang mempunyai minat dan pemikiran yang sama saja pasti mengalami pertentangan dan konflik, karena setiap orang semirip apapun pasti berbeda. Konflik itu akan selalu ada dan kita harus bisa untuk menerimanya untuk menjalani sebuah hubungan.

6. Stabilitas

8 fase yang dilewati dalam sebuah hubungan percintaan
Ilustrasi: The Ugly Truth

Lanjut ke tahap berikutnya adalah fase stabilitas. Segala macam aktivitas dan sifat dia perlahan menjad bagian dari kehidupan kita sehari – hari. Apa yang dulu menyenangkan dan asik perlahan menjadi seperti sebuah kewajiban. Saling telepon, menanyakan kabar, dan berbagai hal lainnya merupakan hal yang harus dilakukan karena sudah menjadi rutinitas yang tidak bisa dilewati, dan bukan lagi hal yang kita inginkan.

Pade fase ini kita akan mulai memasuki tahap dimana kita mulai merelakan ego kita dan menggabungkan dua pemikiran yang berbeda. Kita tidak lagi bertindak spontan, tapi lebih ke arah yang sudah direncanakan dan berulang terus menerus. Memang terkesan sperti menjalani dengan keterpaksaan, tapi memang inilah kenyataan yang akan dihadapi saat menjalani sebuah hubungan percintaan.

Walaupun perasaan dan interaksi kita tidak akan sepeti di awal hubungan. Tapi fase ini adalah fase paling aman dan akan terus kita hadapi setelah menikah nanti. Kestabilan ini menunjukkan kita sudah bisa menjalani sebuah hubungan dan mulai menyatukan dua kepribadian yang berbeda.

7. Jenuh

8 fase yang dilewati dalam sebuah hubungan percintaan
Ilustrasi: The Ugly Truth

Setelah melewati berbagai tahap dalam hubungan, pastinya setiap orang akan sampai di fase ini. Ya, Fase jenuh. Dimana perasaan kita akan mengalami penurunan drastis dan merasa bosan akan hubungan yang dijalani. Kita akan berkali – kali berpikir dan mempertimbangkan hubungan ini. Dan ini juga pasti akan dirasakan oleh pasangan kita.

Setiap orang pasti memiliki titik jenuh. Banyak faktor dan alasan yang membawa seseorang ke titik jenuh ini. Disinilah tantangan terberat dalam sebuah hubungan. Bagaimana cara kita untuk mengatasi rasa jenuh ini dan mengembalikan stabilitas yang sebelumnya kita jalani. Terkadang kita akan merasa semuanya sia – sia dan tidak ada perkembangan yang berarti. BUkan kemajuan tapi malah kemunduran yang kita dapatkan.

Biasanya kita akan terombang ambing antara fase jenuh dan stabilitas. Kita tidak akan pernah benar –benar bisa merasakan fase bulan madu seperti dulu lagi. Kalaupun kita bisa mengembalikannya, itu hanyalah momen sesaat dan akan kembali lagi ke rutinitas awal. Tapi di fase inilah kita biasanya membuat pilihan untuk melanjut ke tahap berikutnya.

Baca Juga:

5 pelajaran yang didapatkan saat gagal menjalin hubungan di usia muda

7 alasan kenapa putus dari pacar itu sebenarnya bermanfaat

8 Pelajaran yang bisa kita ambil dari kegagalan di masa lalu

8. Komitmen

8 fase yang dilewati dalam sebuah hubungan percintaan
Ilustrasi: The Ugly Truth

Fase akhir yang merupakan tahap penentuan dari hubungan percintaan kita, komitmen. Komitmen disini tidak hanya berarti pernikahan. Tapi, bisa juga berkomitmen untuk mengakhiri hubungan ini untuk kebaikan masing – masing. Setelah melewati banyak perjuangan dan masalah, kita akan bisa menilai harus bagaimana dengan hubungan ini. Apakah kita akan berkomitmen untuk menjalani pernikahan dan menjalani hidup dengan pasangan kita sampai hari tua, atau justru memilih untuk menyudahi perjalanan cinta ini. Karena berkomitmen untuk pernikahan, baik kita dan pasangan harus bisa menerima baik dan buruknya satu sama lain. Dan kita harus juga bekerja sama sebagai suatu kesatuan untuk menjalani dan menghadapi kehidupan.

Sama seperti hidup, tidak semua hubungan akan berakhir dengan pernikahan. Sebagian besar hubungan percintaan akan berujung dengan perpisahan. Tapi  untuk beberapa orang, berakhirnya sebuah hubungan ini merupakan awal dari sesuatu yang baru bagi dia.
Pacaran ini hanyalah sebagian dari hubungan percintaan yang akan kita jalani. Pernikahan merupakan hal yang berbeda dengan pacaran.
Bagaimana menurut kalian? Fase apa sih yang menurut kalian paling indah dan berkesan?

Comments